Kamis, 07 Februari 2013

TIPS REKAMAN BUAT PEMULA


Bagi Sobat yang sedang menekuni dunia musik,dan sudah punya band or lagu,dan ada rencana lagunya mau di rekam,di sini saya akan coba berikan tips2 rekaman,tips ini sebetulnya ke arah pemula,tapi apa salahnya untuk yang advance juga boleh kok.sekalian koreksi jika ada yang kurang or salah,
oke langsung saja di lihat,cekidot!


Secara garis besar, recording( istilah kerennya) ,bisa dibagi menjadi beberapa kategori. Menurut teknik perekaman dan menurut alat yang digunakan.Menurut alat yang dipakai, rekaman bisa dibagi menjadi dua. Analog dan Digital. Sedang menurut teknik perekaman, bisa dibagi menjadi teknik Live Recording dan Multi track Recording. mari kita cermati satu persatu…



Rekaman analog



Rekaman Analog dilakukan dengan menggunakan reel to reel tape. Sistem rekaman ini memerlukan biaya yang besar karena alatnya sendiri juga gak murah. Saya pernah mendengar kalo reel to reel tape ini harganya ada yang mencapai 200 jutaan. Otomatis, hanya studio besar saja yang punya system ini. Selain harganya yang selangit, system analog ini juga terkenal rumit dan butuh perawatan yang mahal pula. Terlepas dari system yang ribet dan harga yang selangit, cara analog bisa menghasilkan sound lebih tebal dan hangat.


Rekaman Digital


Sebelum Kita Melangkah Lebih Jauh tentang dunia rekam merekam,ada baiknya saya akan jelaskan dulu tentang rekaman digital,yah itung itung biar sobat semua bisa lebih jelas tentang rekaman digital,secara garis besar rekaman digital itu adalah system rekaman yang secara langsung dapat mengkonversi sinyal analog dari instrument dan vocal ke dalam format digital. Media perekaman digital ini dapat menggunakan Digital recorder maupun computer. Teknik ini jauh lebih murah dan simpel bila dibandingkan dengan system analog. Cukup sebuah computer dengan soundcard yang memadai dan anda bisa langsung tancap gas. Pada awal teknik ini muncul, praktisi rekaman mengeluhkan tentang kualitas sound rekamannya yang tipis. Tapi sekarang hal itu sudah bisa teratasi dengan munculnya berbagai produk preamp(penguat sinyal) yang bagus di pasaran. Dewasa ini, hampir seluruh studio rekaman baik besar maupun kecil lebih memilih digital recording. Karena harganya yang tidak terlalu mahal, digital recording ini akhirnya mendorong orang2 untuk membuka studio rekaman. Hanya dengan 25 juta kita sudah bisa punya system ini. Punya saya malah gak sampe 5 juta udah bisa dipake rekaman.hehehe.


teknik perekaman; Live dan Multi track.



Live recording adalah suatu teknik rekaman dimana seluruh player bermain bersama dalam suatu ruangan dan secara bersamaan pula permainan mereka direkam ke media tertentu. Dari segi biaya, teknik ini lebih murah dari multitrack. Beberapa studio besar menetapkan tariff yang sedikit miring untuk live recording. Kelebihan dari live recording kalo menurut saya adalah kita bisa bener-bener mendapatkan feel dan energi dari lagu yang kita rekam. Sedangkan kelemahannya, permainan kita harus bener-bener perfect. Semua personel dituntut untuk menguasai materi dengan benar. Soalnya dalam teknik ini, apabila salah satu personel melakukan kesalahan, proses rekaman harus diulang dari awal. Oleh karena itu para praktisi rekaman tidak merekomendasikan teknik ini untuk para pemula.


Multi track recording


adalah teknik perekaman dimana masing-masing instrument direkam secara bergantian. Teknik ini pertama dikenalkan oleh Les Paul, kalo gak salah sekitar taun 60an. Dalam teknik ini, player bisa sedikit santai karena bisa mengulang part-nya berkali-kali. Bahkan dengan keajaiban Digital multitrack recording, apabila kita melakukan kesalahan, kita gak perlu mengulang seluruh bagian. Cukup bagian yang salah aja. Pas pertama kali rekaman dengan teknik ini saya sampe kaget karena bener2 gampang dan tidak menguras tenaga. Kalo salah, rekam aja lagi.hehehe. Beberapa studio kecil mulai memperkenalan multitrack ini buat band2 pemula yang mo ngrekam demonya. Tentunya dengan harga yang SUPER miring!


mixing.


Nah, setelah proses rekaman multitrack, kita akan memasuki satu proses yang disebut Pada proses ini, seluruh bagian yang sudah kita rekam akan digabung menjadi satu keseluruhan. Mixing merupakan bagian yang penting dalam proses rekaman karena ia menentukan hasil akhir rekaman kita. Mixing melibatkan beberapa proses didalamnya. Proses tersebut antara lain: Equalizing; proses pewarnaan sound, Panning; pengaturan stereo, dan reverberation; penambahan efek suara reverb terhadap hasil rekaman.


Tips Rekaman Amatir.Dari amatir, oleh amatir, untuk amatir.


1. Matangkan dulu materi kamu. Penguasaan materi akan mempercepat proses rekaman. Jadi agak ngirit kan?
2. Catat semua track yang akan direkam..
3. Jangan lupa masukkan track gitar akustik Gitar akustik terbukti dapat memberi sentuhan manis kepada lagu kita.
4. Jangan grogi! Pada awalnya sih rekaman itu rasanya agak aneh. Terutama buat para drummer. Soalnya dia harus duduk sendirian didalam studio dan selama tracking(perekaman) Cuma bisa mendengar suara metronome Sejago apapun drummer itu, kemampuannya baru akan diuji ketika ia masuk ke ruang rekaman.. Nah kalo buat gitaris, bassis, keyboardis, rekaman gak perlu dilakukan di dalam take room. Cukup di control room sudah cukup saja. Resikonya, pada waktu tracking kita akan dikelilingi oleh teman band kita. Yang sesekali juga mencela permainan kita.hehehe.
5. Untuk para gitaris, usahakan membawa lebih dari satu gitar dan efek. Gunanya adalah untuk membedakan karakter dan memperkaya sound. Usahakan bawa beberapa type gitar. Tapi biasanya satu gitar single coil plus satu humbucker sudah cukup.
6. Sabar! Teman saya pernah bilang, rekaman itu gak enaknya adalah kita harus ngedenger lagu yang sama diulang-ulang selama beberapa jam. BOSEN BANGET!
7. KREATIF! Jangan terlalu terpancang dengan aransemen yang udah kita bikin seebelumnya. Coba aja improve dikit-dikit. Kadang dari improve ini muncul hal yang dahsyat lo.
8. Kenalilah Sound Engineer(SE) anda. Kenal dengan SE itu penting karena selama proses rekaman, kita akan selalu berhubungan dengan dia.
9. Jaga Kondisi. Kalo kamu berencana nylesaiin proses rekaman dalam satu waktu sekaligus. Otomatis kita juga akan berkutat dengan proses ini selama beberapa jam nonstop. Bahkan temen saya dulu ada yang recording nonstop dari jam 9 pagi sampe jam 3 pagi. So, jaga kondisi penting supaya kita bisa terus fokus dan konsentrasi.
10. Santai.. Buatlah proses rekaman sebagai sesuatu yang tidak membebani. Dibawa fun aja! Kalo kamu stress pada waktu proses rekaman, bisa dipastikan hasil rekamannya gak bagus.
11. Do’a. Nah, ini yang paling penting. Kita gak pernah tau lo apa yang akan terjadi.. So, berdoa aja supaya Tuhan ngebantu kita..

Urutan rekaman……

Proses urutan rekaman yang saya dapat dari berbagai sumber.
Pertama,Biasanya drum direkam dulu. Pada proses rekaman drum. Drummer menggunakan metronome sebagi panduan tempo. Sedang untuk panduan lagu, biasanya salah satu personel yang lain mengiringi permainannya dari control room.
Kedua Bass, Part ini paling simple. Satu kali take biasanya sudah cukup.
Ketiga,Part Rhythm/pengiring. Di bagian ini gitar rhythm, keyboard, gitar akustik, dan semua instrument pengiring direkam. Biasanya semua part rhythm direkam 2 kali. Gunanya supaya kita bisa dapet sound yang lebih megah dan tebal. Usahakan pake gitar dan settingan efek ato ampli yang beda tiap kali take.
Lead dan Vokal

Dan Yang Terakhir,dua part ini biasanya direkam paling akhir ketika keseluruhan musik sudah terekam.Buat para gitaris yang mo take lead gitar. Usahakan merekam beberapa versi lead yang berbeda untuk kemudian dipilih mana yang terbaik. Untuk vokal, jangan lupa memberi layer vocal dengan merekam backing vokal pula.


0 comments:

Poskan Komentar

 

All About Music. © 2011