Minggu, 18 Desember 2011

10 band metal paling keren


10. NAPALM DEATH
haxims kaskuslover
Napalm Death adalah sebuah band grindcore/death metal yang paling bertahan lama, mereka berasal dari Birmingham, Inggris. Mulanya band dibentuk di desa Meriden dekat Birmingham, Inggris pada tahun 1981[4] oleh Nicholas Bullen dan Miles Ratledge, dengan nama band awal Civil Defence. Band-band baru yang influenced dari mereka seperti : Catherdal, Carcass

9. DEATH

haxims kaskuslover

Death adalah band death metal Amerika yang paling berpengaruh, didirikan oleh vokalis sekaligus gitaris Chuck Schuldiner. Pada tahun 2001, band bubar karena kematian Schuldiner.
Mereka di akui sebagai salah satu grup paling berpengaruh di genre death metal. Debut album band “Scream Bloody Gore” dianggap sebagai pola genre tersebut, dijelaskan oleh para kritikus sebagai “Dokumen prototype pertama death metal”. Hanya Schuldiner salah satu orang yang pertama tersisa di band dari awal hingga akhir. Para penulis biografi musik telah menganugerahi Schuldiner sebagai “bapak death metal”.

8. SLAYER
haxims kaskuslover

Slayer adalah grup musik thrash metal Amerika Serikat, dibentuk pada tahun 1982 oleh Jeff Hanneman dan Kerry King di Huntington Park, California. Kelompok ini telah menelurkan 10 album studio, 2 album live, dan 1 boxed set. Mereka mulai terkenal di tahun 1980-an terutama setelah album mereka Reign in Blood (1986). Bersama dengan Metallica, Anthrax, dan Megadeth mereka adalah 4 besar band thrash metal.

7. MANOWAR
haxims  kaskuslover
Manowar adalah band beraliran power metal yang mana lirik mereka sering berisikan tentang fantasi dan bagaimana menjadi seorang pejuang. Kalau didenger-denger, punya kesamaan seperti band-band sejenis setelah mereka : Hammerfall, Dragonforce.

6. CELTIC FROST
haxims kaskuslover

Celtic Frost adalah pelopor band beraliran gothic metal yang paling pengaruh. Berbeda dengan progressive metal di mana percobaan dilakukan terutama dalam complex rhythms dan struktur lagu dan mempertahankan instrumen traditional, mereka menggunakan suara-suara yang tidak lazim.

5. MOTOR HEAD
haxims kaskuslover

Motörhead adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Lemmy Kilmister. Mereka telah meraih kesuksesan dan mempengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal et Thrash Metal.

4. METALLICA
haxims   kaskuslover

Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles – Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut. Cliff Burton (sang bassis) meninggal dalam kecelakaan bus 27/9/1986, posisinya digantikan oleh James Newsted, bassis dari grup Floatsam and Jetsam.

3. IRON MAIDEN
haxims kaskuslover

Iron Maiden adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Steve Harris. Mereka telah meraih kesuksesan dan mempengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Vokal Bruce Dickinson yang sangat kuat benar-benar menguatkan band ini. Lirik lagu mereka catchy dan memorable.Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal. Band-band baru banyak yang terinspirasi dari mereka seperti : Bullet for My Valentine, Chilrdren of Bodom
2. JUDAS PRIEST
haxims kaskuslover

Judas Priest adalah salah satu kelompok musik heavy metal paling berpengaruh. Band ini didirikan pada 1969 di Birmingham, Inggris oleh K.K. Downing dan Ian Hill. Formasi klasik mereka termasuk vokalis Rob Halford, gitaris K.K. Downing dan Glenn Tipton, dan bassist Ian Hill. Lagu mereka Painkiller, You’ve got another thing comin’, and Breaking the Law sangatlah classic dan keren. Salah satu band beraliran sport metal terbaik sepanjang masa.
1. BLACK SABBATH
haxims kaskuslover

Black Sabbath adalah kelompok musik dari Inggris yang dianggap sebagai salah satu pendiri aliran musik heavy metal pertama. Didirikan oleh Ozzy Osbourne (vokal), Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bass) dan Bill Ward (drum), mereka telah mengalami sekian banyaknya pergantian personel sehingga pada satu saat hanya Iommi yang tersisa dari formasi awal. Black Sabbath juga telah beberapa kali mengadakan reuni dengan mantan-mantan anggotanya, baik di atas panggung maupun di studio rekaman. Saat ini status mereka adalah vakum, dengan masing-masing anggota berkonsentrasi pada solo karirnya.

source: http://temperer.wordpress.com/2010/05/01/10-band-metal-paling-berpengaruh/



Read More..

Sejarah Industri Musik dan Rekaman Indonesia




sumberphoto: http://tribunnews.com


Menurut catatan Bens Leo (Newsmusik, 04/2000), sejarah industri rekaman di Indonesia berawal dari dua tempat: Lokananta di Surakarta dan Irama di Menteng Jakarta. Lokananta adalah milik pemerintah, dan melahirkan lagu-lagu daerah. Sementara Irama, banyak melahirkan lagu-lagu hiburan. Nama-nama seperti Rachmat Kartolo, Nien Lesmana, sampai Patty Sisters pernah rekaman di sana, yang awalnya hanya sebuah studio kecil di sebuah garasi di Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa rekaman itu terjadi di ujung tahun 1950-an hingga memasuki tahun 1960-an.

Memasuki awal 1970-an, di daerah Bandengan Selatan Jakarta Kota, Dick Tamimi mendirikan studio rekaman Dimita. Studio rekaman ini juga menjadi pioner rekaman lagu-lagu pop, karena di tempat ini nama-nama tenar Koes Bersaudara, Panbers, Dara Puspita, Rasela, lahir. Keunikan Dimita, rekaman harus berhenti karena ada kereta api lewat. Pada saat itu, teknologi rekaman pun masih me- ngandalkan jumlah track yang kecil, 8 tracks. Karena terletak di pinggir rel kereta api, proses rekaman harus dilakukan begitu lama.

Setelah itu muncul raja studio rekaman Indonesia, dan kelak dianggap sebagai produser legendaris yang menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia, yakni Yamin yang memiliki studio rekaman Metropolitan, kini Musica Studio dan Eugene Timothy yang memiliki Remaco. Remaco pernah menjadi perusahaan rekaman ter besar di Indonesia, dengan akses kuat ke pergaulan di dunia rekaman Internasional. Di Remaco, lahir nama-nama besar Bimbo, D’Lloyds, The Mercy’s dan kelak Koes Bersaudara yang pada tahun 1967 berubah nama menjadi Koes Plus pun pindah ke tempat ini.

Tatkala Remaco ambruk pada awal tahun 80-an dan Eugene tinggal mengandalkan sejumlah master rekaman yang masih dimilikinya, baik sejak di era rekaman piringan hitam maupun kaset rekaman, Musica ganti menunjukkan dominasinya. Dengan caranya sendiri, banyak sekali artis musisi yang mampu bertahan lama, dikontrak jangka panjang oleh Musica. Sebagai contoh adalah Chrisye, yang dimulai dari jaman album solo Sabda Alam (1978) sampai album Badai Pasti Berlalu (1999), direkam sebagian besar di Musica.

Dekade terakhir, industri musik dan rekaman Indonesia diwarnai kehadiran cabang BMG, Universal, EMI, Warner Music Indonesia dan Sony Entertainment, lima industri musik kelas dunia. Lima raksasa ini kira-kira mendapatkan 40-50 persen dari omzet industri rekaman Indonesia. Total omzet industri musik di Indonesia sekitar Rp 850-900 miliar per tahun dimana 40 persen untuk musik asing, yang royaltinya dikuasai kelima perusahaan tersebut. Sedang sisanya, sekitar 60 persen untuk musik Indonesia.

Ancaman terhadap industri musik dan rekaman di tanah air adalah persoalan pembajakan kaset dan CD yang meningkat tajam. Bahkan menurut Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) beberapa waktu lalu, pembajakan itu mencapai hingga 500%. Sementara itu, dengan kehadiran internet dan teknologi MP3, kini lagu-lagu kesukaan kita dapat didapatkan dengan mudah dan murah. Bisa dibayangkan, dalam satu CD MP3 yang dapat dibeli dengan harga kurang dari Rp 10 ribu, ratusan lagu artis kesukaan dapat kita nikmati.

Ramainya pembajakan, menemukan solusinya dengan perkembangan industri telekomunikasi yang bergerak signifikan. Beberapa yang membuat industri musik dan rekaman tetap bergeliat di antaranya adalah ringtone dan, khususnya, ring back tone. Ini cukup menarik. Sebab RBT merupakan layanan yang diberikan pemakai ponsel untuk diberikan bagi lawan bicara yang ingin menghubunginya, dengan menggantikan bunyi yang sekadar ” tut….tut…tut…” menjadi beragama lagu sesuai pilihan si empunya. Dengan harga berlangganan Rp. 5 ribu – Rp. 7 ribu per lagu per bulannya, bisa dibayangkan berapa duit yang berputar dari layanan ini. Beberapa waktu lalu, ketika lagu Mbah Surip ” Tak Gendong” mewabah, disebut-sebut RBT dari lagu ini menghasilkan uang milyaran rupiah, meski yang didapat Alm. Mbah Surip ‘cuma’ sedikit. Tentu bukan cuma “Tak gendong” lagu-lagu yang masuk jajaran “Top 40″, bahkan lagu religius yang dinyanyikan Oppick, seperti “Tombo Ati” atau yang berbau nasionalis seperti “Kebyar-Kebyar”-nya Gombloh, juga kebagian rejeki.

Ya, pengguna telepon seluler yang sekitar 160 juta orang tentu saja merupakan pasar yang ‘manis’. Tak heran, jika disebut-sebut, industri musik dan rekaman cukup diuntungkan dari industri dan telekomunikasi–kalau tak mau dibilang berhutang budi. Apalagi, yang cukup menarik adalah, RBT tidak bisa dibajak, sehingga HAKI begitu dijunjung alam layanan ini. Meski, soal pembagian, mungkin masih belum ada keseimbangan, antara pihak-pihak yang terlibat.

sumber : http://hsutadi.blogspot.com/

Read More..

PEE WEE GASKINS


Pee Wee Gaskins adalah salah satu kelompok musik asal Indonesia. Personil Pee Wee Gaskins terdiri dari Alditsa Sadega (bass, vokal), Fauzan (gitar, vokal), Reza Satiri (synthesizer), Renaldy Prasetya (drum), dan Harry Pramahardhika (gitar). Para penggemar band ini biasa disebut Party Dork, Dorkzilla, dan Tatiana.

Nama Pee Wee Gaskins sendiri berasal dari nama seorang pembunuh berantai, Donald Pee Wee Gaskins. Karena ia bertubuh kecil maka sering di panggil “Pee Wee” . Maka diambil filosofi nama Pee Wee gaskins: kecil – kecil bisa membunuh banyak orang.

Pada awalnya Pee Wee Gaskins, berawal dari proyek solo Dochi (Aldista Sadega). Ia merekam sendiri beberapa lagu yang ia buat dalam format akustik, kemudian ia memiliki pemikiran untuk membawakan lagu – lagu tersebut di dalam sebuah band. Dipilihlah lagu yang berjudul Here Up On The Attic untuk direkam dengan format band, dan semua instrumennya dia mainkan sendiri. Hingga akhirnya Dochi berhasil mengumpulkan 4 orang teman lainnya untuk membentuk sebuah band, Pee Wee Gaskin.

Sejauh ini mereka telah merilis 3 album yaitu Stories From Our High School Years (2008), The Sophomore (2009), dan Ad astra per aspera (2010).


Berikut ini profil para personil Pee Wee Gaskins :


Dochi

foto dochi pee wee gaskins

Nama lengkap : Alditsa Sadega
Lahir : Jogja, 26 Desember 1985
Posisi di band : Vokalis, gitaris
Makanan Favorit : Bebek

Sansan

foto Sansan Pee Wee Gaskins
Nama : Fauzan
Lahir : Jakarta, 7 Januari 1986
Posisi band : Vokalis, gitaris
Makanan Fav : Tongseng

Eye

foto Eye Pee Wee Gaskins
Nama Lengkap : Harry Pramahardhika
Lahir : Jakarta, 12 Agustus 1985
Posisi di Band : Bassist
Makanan Fav : Seafood

Omo

foto Omo Pee Wee Gaskins
Nama Lengkap : Reza Satiri
Lahir : Jakarta, 20 Agustus 1988
Posisi di band : Synthesizer
Makanan Fav : Nasi goreng

AldyKumis

foto Aldy Kumis Pee Wee Gaskins
Nama lengkap : Renaldy Prasetya
Lahir : Jakarta, 21 Juli 1990
Posisi di band : Drummer
Makanan Fav : Nasi




Read More..

Sabtu, 17 Desember 2011

Daftar Isi


Read More..

CARLOS SANTANA


Click for larger version Nama Asli : Devadip Carlos Santana
Tempat/Tgl Lahir : Mexico / 20 Juli 1947
Gaya Permainan : Latin Rock
Group Band : Santana
Pengaruh musikal : Musik Latin, Blues, Jimi Hendrix, Jazz, Bob Dylan
Gitaris Favorit : Jimi Hendrix, Stevie Ray Vaughan
Gitar Yang Digunakan : Paul Reed Smith Santana signature, Alvarez-Yairi CY127CE nylon-string acoustic,
Efek : Ibanez Tube Screamer, Mu-Tron Wah Pedal
Ampli : Mesa/Boogie Mark I amp head, Fender Cyber Twin amp, Motion Sound AR-112 rotary guitar amps (2), Mesa/Boogie 1x12 cabinet, Marshall 4x12 speaker cabinets with Celestion G12M Greenback speakers


Carlos tumbuh di Mexico. Memang berasal dari keluarga musisi. Ayahnya seorang pemain violin. Tentu saja ia juga pernah belajar bermain violin, tepatnya pada usia 5 tahun. Namun pada usia 8 tahun ia berpindah ke gitar. Memang di negara latin seperti Mexico, gitar termasuk alat musik yang paling banyak dikuasai. Ketika keluarganya pindah ke Tijuana, Carlosa mulai bermain di beberapa klub dan bar.

Setelah keluarganya pindah ke San Francisco, pada tahun 1966 ia membentuk band bernama Santana Blues Band. Namun karena nama grup tersebut dirasakan kurang cocok dengan kebutuhan label rekaman dan karena peran Santana sangat mendominasi didalam grup tersebut, maka nama embel-embel Blues Band dihilangkan dan akhirnya memakai nama Santana saja sampai saat ini. Di bandnya ini Carlos memainkan musik berirama latin dengan beranggotakan pemain-pemain instrumen piano, bass, tamborin, perkusi, terompet, dan sebagainya. Meski mengusung musik latin, namun Santana juga memadukan unsur musik-musik jazz, blues, dan rock kedalam komposisi musiknya. Satu hal lagi, sound gitar Carlos sangat unik dan berkarakter.

Debut penampilan Carlos dengan grupnya diajang musik yang ternama dimulai tahun 1968. Setelah itu nama Santana mulai menjadi salah satu yang dicari di San Francisco. Debut rekamannya adalah dalam sebuah album kompilasi LIVE bersama Al Kooper. Setelah itu Santana mendapatkan kontrak dengan label Columbia. Tahun 1969, Santana tampil dalam salah satu pagelaran musik terbesar, Woodstock. Penampilan tersebut direkam dalam sebuah album dan video. Secara mengejutkan rekaman tersebut sukses besar.

Akhirnya album-album Abraxas (1970), Santana III (1971) menyusul kesuksesan album sebelumnya. Nama depan Devadip sebenarnya bukan nama lahir dari Carlos. Nama itu diberikan oleh guru spiritual Carlos, yaitu guru Sri Chinmoy. Rupanya efek belajar spiritual sangat berpengaruh terhadap skill bermusik Carlos. Ia sering kali mengambil tema dan lirik yang agak menyentuh dunia gaib. Setaun kemudian Carlos mencoba menjadi artis solo dan rekaman tanpa anggota grup Santana. Ia pernah rekaman dengan Buddy Miles juga dengan John McLaughlin yang akhirnya menelurkan album 'Love Devotion Surrender'. Album itu dirilis tahun 1973, sementara setahun sebelumnya album Carlos bersama Santana yang berjudul 'Caravanserai' dirilis ke pasaran.

Mulai tahun 1974 dan seterusnya Santana meraih beberapa emas untuk penjualan album-albumnya yang sukses. Borboletta (1974), Amigos (1975), Festival (1976), Moonflower (1977), and Inner Secrets (1978) merupakan album-album yang mengibarkan nama Santana kemudian tak hanya di benua Amerika saja namun sudah mulai merambah ke beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Spanyol.

Carlos juga pernah merilis album tribute untuk musisi-musisi favoritnya seperti Stevie Ray Vaughan, Jimi Hendrix, Marvin Gaye, dsb. Sempat juga ia merilis album kolaborasi dengan 2 saudaranya. Mereka menamai diri Santana Brothers. Album kolaborasi tersebut sempat dinominasikan oleh penghargaan Grammy Awards untuk kategori 'Best Rock Instrumental Performance' tahun 1994.

Selama 5 tahun ke depan Santana seperti menghilang dari dunia rekaman. Namun ternyata ia sedang berkonsentrasi untuk menyiapkan sebuah album yang spektakuler. Tahun 1999 Santana merilis sebuah album yang merupakan proyek campuran dengan menampilkan karya-karya artis lain dan juga banyak menampilkan artis-artis lain seperti Eric Clapton, Rob Thomas, dll. Album yang diberi judul 'Supernatural' ini sukses besar. Bahkan bisa dibilang merupakan album tersukses sepanjang karir Carlos dan Santana band. Dengan mengandalkan hits 'Smooth' dan 'Maria Maria' album tersebut berhasil mendapat 8 penghargaan Grammy Awards. Secara finansial, album tersebut berhasil terjual lebih dari 10 juta keping.

Melihat pasar yang bagus dari proyek kolaborasi semacam ini, kemudian pada tahun 2002 Santana kembali berkolaborasi dalam sebuah album berjudul 'Shaman'. Album ini menjagokan lagu kolaborasi dengan penyanyi yang sedang naik daun saat itu, Michelle Branch.




Read More..

BRIAN MAY


Click for larger version Nama Asli : Brian Harold May, BSc Hons
Tempat/Tgl Lahir : Hampton / 19 Juli 1947
Gaya Permainan : Rock, Heavy Rock, Rock Opera
Group Band : 1984, Smile, Queen, Brian May (Solo Karir)
Pengaruh musikal : Hank Marvin (The Shadows), Scotty Moore (Elvis Presley), Lonnie Donegan, Buddy Holly dan James Burton
Teknik Andalan : Harmoni (gitar) berlapis
Gitar : Custom-built “Red Special”, Custom Red Special models buatan Greg Fryer, Guild Brian May Signature model, Burns Brian May Signature model, Gibson Les Paul Standard, Gibson ES-335, Akustik gitar Collings
Pickup : Burns (terpasang di Red Special), DiMarzio Brian May model (terpasang di Guild Brian May Signature model)
Efek : Vox Wah, Custom-built treble booster (kemungkinan buatan Pete Cornish tipe TB83), Echoplex yang sudah dimodifikasi, Boss CE-3 Stereo Chorus Ensemble, multi-efek Rocktron Intellifex, Foxx Phaser dan Bel Digital Audio Delay
Ampli : Vox AC30 dan AC10, Custom-built Deacon amp (yak betul, ampli ini buatan bassist Queen, John Deacon), Selmer, Marshall JCM800
Contoh permainan : Keep Yourself Alive, Stone Cold Crazy, Brighton Rock, Bohemian Rhapsody, It’s Late


Tentang Karir :
Dengan suara gitar yang khas dan riff-riff gitar yang catchy sebagai kontribusinya pada Queen, Brian May menjadi salah satu dari sekian musisi yang berbakat dan memberikan pengaruh pada tahun 70-an. Ia adalah anak seorang tukang servis elektronik dan musisi. Ia ternyata ikut mewarisi bakat ayahnya dalam bidang menyolder dan musik. Namun ia sanggup menyeimbangkan ketertarikannya akan teknologi dan musisi dan kemudian melanjutkannya untuk meraih gelar di bidang Fisika. Di saat senggangnya ia menyempatkan diri membuat gitar dibantu oleh ayahnya. Gitar buatannya ini yang kemudian menjadi trade-mark Brian May di setiap penampilannya.

Saat masih sekolah ia membentuk band pertamanya, 1984, yang merupakan sebuah band instrumental. Band mereka manggung di sekitar kota London dan membuka pertunjukan artis/band legendaris seperti Traffic, Jimmi Hendrix, Pink Floyd dan Tyrannosaurus Rex (nantinya dikenal sebagai T-Rex). Pada tahun 1968, ia meninggalkan bandnya untuk memfokuskan diri pada studinya di Imperial College.

Saat kuliah, May sering nongkrong bareng Roger Taylor dan kemudian membentuk band hard rock trio bernama Smile. Ia malah juga meneruskan pendidikannya setingkat S2 pada jurusan matematika dan ilmu pengetahuan, tapi kemudian malah memutuskan untuk lebih fokus pada musik secara penuh. Band Smile menandatangani kontrak dengan Mercury Records dan merilis satu single yang tidak meraih sukses. Kemudian mereka menambahkan Freddy Mercury pada posisi vokal dan merubah nama band mereka menjadi Queen. Setelah bekerja dengan beberapa bassist, akhirnya mereka menemukan dan merekrut John Deacon pada tahun 1971. Queen kemudian menandatangani kontrak dengan EMI dan merilis debut albumnya (Queen) pada tahun 1973 dengan kekuatan utama album mereka: kombinasi vokal opera Freddie Mercury dan riff-riff keren Brian May.

Brian May bersama Queen terus berekperimen dengan mengembangkan sound mereka. Albun A Night at the Opera dirilis tahun 1975 dan menelurkan lagu hit “Bohemian Rhapsody”, yang memperdengarkan kemampuan musikal dan kehebatan mereka sebagai pengarang lagu. Kedua album mereka selanjutnya A Day at the Races pada tahun 1976 dan News of the World pada tahun 1977 juga meraih sukses besar di radio maupun di toko musik dengan hit-hit mereka seperti “We Will Rock You” dan bahkan “We Are The Champion” dari album News of the World malah digunakan menjadi lagu kemenangan di lomba olahraga di seluruh dunia sampai sekarang. Yang menarik adalah, salah satu lagu dari album News, “It’s Late” adalah lagu dimana Brian May menggunakan two-handed tapping dan hammer-on saat solo gitar dan setahun kemudian baru Eddie Van Halen terkenal dengan two-handed tapping gayanya sendiri. May menyebutkan bahwa tehnik tapping yang ia gunakan diconteknya dari seorang gitaris band club di daerah Texas. Menurut gitaris band tersebut malah Billy Gibbons (ZZ Top) yang pertama kali menggunakannya dan ia hanya menconteknya.

Setelah Freddie Mercury wafat di tahun 1991, Queen secara resmi bubar. Hanya pada event-event khusus seperti “Concert for Life tribute to Mercury” di tahun 1992 (menggalang dana untuk Mercury Phoenix Trust, dibentuk untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya AIDS). Brian May kemudian lebih fokus bersolo karir, merilis Back to the Light pada tahun 1993. Setahun kemudian ia merilis Live at Brixton Academy, yang isinya adalah gabungan dari lagu-lagu solo karirnya dan dari koleksi lagu Queen. Pada tahun 1998 ia merilis album berjudul Another World dimana Jeff Beck ikut mengisi gitar pada lagu “The Guv’nor”.

Tentang Suara Gitar dan Rig
Tidak lengkap membicarakan Brian May tanpa membicarakan gitarnya. Jantung dari suara gitar May terdapat pada gitar listrik yang diberi nama “Red Special”. Gitar tersebut ia buat berdua bersama ayahnya. Sungguh sangat sulit mencari gitar listrik yang bersuara persis seperti Red Special-nya Brian May kecuali anda mendapatkan replikanya dari luthier Greg Fryer. Walaupun Guild dan Burns membuat seri signature Brian May, namun gitar buatan mereka tidak bersuara persis seperti gitar Brian May. Selain itu dalam rig Brian May sendiri terdapat beberapa efek-efek custom, termasuk diantaranya adalah Treble Booster yang digunakannya bersama ampli merk Deacon (Ampli buatan John Deacon, bassist Queen) dan sebuah splitter untuk mengirim sinyal ke tiga ampli Vox AC30 miliknya. Selain itu, Brian May juga menggunakan pick gitar yang tidak lazim. Pick yang digunakannya adalah sebuah koin sixpence (mata uang inggris). Tentang penggunaan koin sebagai pick ini Brian May beralasan bahwa koin tidak mudah lepas dari tangan karena permukaannya yang kasar dan pinggirannya bergerigi tajam. Di Inggris koin ini sudah tidak diproduksi lagi, tapi Brian May telah mengkoleksinya hingga ribuan buah sehingga ia tidak takut kehabisan.

Sekarang bagaimana tentang harmoni gitarnya? Rahasianya adalah pada penggunaan 3 ampli tersebut dengan konfigurasi ampli di tengah dry dan ampli kiri kanan sebagai suara efeknya. Pada masa-masa awal karirnya Brian May sering menggunakan splitter 3-way untuk membagi sinyal gitarnya dan dua Echoplex yang di set dengan delay time yang berbeda untuk membentuk harmoni. Kedua Echoplex tersebut kemudian masing-masing menuju ampli yang ada di kiri dan kanan. Brian May sekarang sudah tidak menggunakan Echoplex dan menggantinya dengan unit Digital Delay.


Tentang gitar buatan Brian May (Red Special)
Banyak cerita sekitar gitar buatan Bryan May ini. Menurut Brian May, ia membuat gitar tersebut dengan bantuan ayahnya dan menamakannya “Red Special”. May membuat desain bodi, yang bentuknya mengadaptasi bentuk akustik gitar tetapi dengan memotong bodi lebih dalam di atas dan dibawah neck (cutaway) agar lebih mudah mengakses neck bagian fret 15 keatas. Ia membentuk kayu dengan menggunakan pisau lipat, pahat dan ampelas. Fingerboardnya juga mengadaptasi dari gitar akustik. Bentuk neck gitarnya tebal dan agak bulat. Neck tersebut hanya menggunakan satu baut dan tidak di-lem. Sebuah fret terpasang tepat didepan nut, sebelum fret pertama. Bentuk fretnya sendiri datar, model bus sekolah dan inlay-nya yang berbentuk titik besar (dot) adalah seperti berikut: satu titik di fret 3, dua titik di fret 7, satu titik di fret 9, tiga titik di fret 12, satu di fret 15 dan 17, dua di fret 19, satu di fret 21 dan tiga di fret 24. Selain itu juga ada titik penanda di tepi fingerboard-nya dan garis besar di tepi fret ke 5 dan ke 7.

Bahan fingerboard-nya adalah kayu oak yang dilapisi sedemikian rupa hingga menyerupai kayu ebony. Neck gitar tersebut masuk jauh ke dalam bodi gitar hingga melewati pickup tengah. Bodi gitarnya sendiri berbahan kayu sejenis oak yang berasal dari sebuah meja dan dua lapisannya terbuat dari kayu balok yang dilubangi sendiri olehnya. Seluruh permukaan body gitar itu kemudian ia lapisi dengan lapisan kayu mahogany. Bindingnya terbuat dari tepian rak, entah itu rak buku atau rak lain. Bridge-nya sendiri merupakan desain dari Brian May dan ayahnya dan dibuat dengan tangan. Gagang tremolo-nya sendiri dibuat dari part sepeda, sepertinya bagian yang terdapat pada sadel sepeda, dan ujung gagang tremolo-nya adalah bagian dari jarum rajut ibunya yang ia bor sedikit. Alasan Brian May membuat sendiri tremolonya adalah karena ia tidak mampu untuk membeli tremolo Fender saat itu. Mungkin kombinasi dari bahan-bahan yang tidak umum itulah yang membuat suara gitar Brian May begitu unik dan memiliki sustain yang unik pula.

Untuk urusan elektronik, May menggulung sendiri pickup single coil-nya, tetapi kemudian ia menggantinya dengan pickup yang ia beli dari Burns di Inggris. Selain pickup, ia juga membeli tuner. Tetapi tuner itu segera pula diganti dengan merk Sperzel. May juga mendesain perkabelan gitarnya.

Pada pertengahan 90-an, Brian May bertemu dengan luthier asal Australia, Greg Fryer, yang mendapatkan ijin May untuk membuat beberapa kopi otentik dari “Red Special” buatan Brian May. Setiap gitar tersebut dibuat sepersis mungkin dengan aslinya. Bahkan lebih detil dari Brian May signature buatan Guild. Seberapa mungkin Fryer menggunakan tipe kayu, lem, finishing dan kelengkapan gitar (seperti tuner) yang sama dengan aslinya. Fryer bahkan membayar sendiri ongkos perjalanannya dari Australia ke rumah Brian May di Inggris, dimana ia secara mati-matian melakukan pengukuran dan mencatat semua spesifikasi gitar Brian May secara mendetail dan kembali ke Australia untuk mulai bekerja. Setahun kemudian Fryer kembali ke Inggris dengan 3 buah hasil kloningnya dan Brian May terpana atas hasil kerjanya. Sekarang ketiga gitar tersebut digunakan oleh Brian May. Bahkan May mempercayakan gitar aslinya kepada Greg Fryer untuk diservis. Gitar asli buatan tangan Brian May dan ayahnya sekarang kembali dalam kondisi prima.




Read More..

CHUCK BERRY


Click for larger version Nama Lengkap: Chuck Berry
Tempat/Tgl Lahir : masih terus diperdebatkan, sebagian mengatakan 18 Oktober 1931, beberapa sumber mengatakan 15 Januari 1926
Gitar : Gibson Semi Solid, terutama ES-335 berwarna merah
Ampli : tidak jelas, beberapa sumber menyatakan bahwa Chuck tidak mengutamakan jenis ampli tertentu, yang penting ampli itu tidak ngadat
Gaya Permainan : Rock 'n' Roll
Teknik Andalan : downstroke 8 to the bar, double stops (memainkan 2 senar sekaligus), lead di scale pentatonis minor
Momen Terbaik : Intro lagu Johnny B Goode, riff dari lagu No Particular Place To Go


Siapa Tidak kenal Godfather-nya Rock 'n' roll ini? Bisa dibilang dialah pengaruh terbesar di dunia pergitaran Rock, sebagai contoh, Aerosmith tidak akan menggunakan palm-mute downstroke kalau bukan karena orang ini. Sex Pistols tak akan memainkan akord 8 to the bar yang menghentak-hentak tanpa pengaruh orang hebat ini. Tidak ketinggalan, Keith Richards dari The Rolling Stones mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bermain gitar bila dia tidak mendengarkan single awal orang hebat ini di label rekaman Chess.

Tidak cuma tanggal lahirnya yang tidak jelas, namun masih banyak sekali hal-hal lain dari Chuck berry yang tidak jelas. Ia dilaporkan pernah memiliki banyak urusan dengan hukum termasuk perampokan bersenjata dan pengangkutan seorang anak di bawah umur antarnegara bagian untuk tujuan amoral.

Single-nya tahun1955 Maybelline yang dikatakan sebagai rekaman rock pertama sering dimainkan oleh band-band Inggris seperti Rolling Stones, Beatles, Animals, dan Yardbirds. Penampilan panggungnya terkenal eksentrik, seperti hal-nya duckwalk yang sudah jadi trademark (lihat foto). Fakta lain yang unik dari Chuck adalah dia dikenal selalu menuntut pembayaran kontan dalam setiap penampilannya. Ia dikenal tidak melakukan perjalanan dengan sebuah band tetap, karena dia diketahui lebih suka menyewa dan memecat pemain lokal dimana pertunjukan akan berlangsung, dan mengharapakan para pemain tersebut mempelajari seluruh repertoarnya sebelum pertunjukan.



Read More..

JIMI HENDRIX


Click for larger version Nama Asli: James Marshall Hendrix
Tempat/Tgl Lahir: Seattle, 27 November 1942
Gaya Permainan: Blues & Rock
Group Band: Jimi Hendrix Experience, Band of Gipsy, The Velvetones
Pengaruh musikal: Bob Dylan, B.B. King, Muddy Waters, Howlin' Wolf, Buddy Holly, dan Robert Johnson
Gitar Yang Digunakan: Fender Stratocaster
Efek : Vox Clyde McCoy wah pedal, Roger Mayer Octavia, Dallas Arbiter Fuzz Face

Terlahir dengan nama Johnny Allen Hendrix yang kemudian diganti menjadi James Marshall Hendrix oleh ayahnya, James "Al" Hendrix. Jimi semasa kecilnya sering berpura-pura menjadi gitaris setelah menyaksikan penampilan B. B. King. Ia menggunakan ukulele sebagai gitarnya. Melihat ketertarikan Jimi pada gitar, kemudian ayahnya membelikan dia sebuah gitar second hand seharga 5 dollar pada saat ia berusia 16 tahun. Ia pun bergabung dengan grup band pertamanya, The Velvetones yang hanya bertahan selama 3 bulan. Pada musim panas berikutnya ayahnya membelikan gitar elektrik Supro Ozark 1560 S. Kemudian ia bergabung dengan band The Rocking Kings.

Tahun 1961 ia meninggalkan Inggris untuk hijrah ke Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu prajurit United States Army. Namun sebuah cedera yang ia dapatkan saat terjun payung memaksanya batal untuk menjadi prajurit. Ia pun mulai menjadi gitaris cabutan dengan nama Jimmy James. Disini ia bertemu Little Richards dan kemudian membentuk bandnya yang bernama Jimmy James and The Blue Flames. Awal tahun 1965, Jimi bermain dalam sebuah acara kecil di kawasan Greenwich Village. Dalam sebuah jam session kecil dengan bassis grup Animal, Chas Candler. Chandler sangat terperana melihat permainan Jimi. Hingga setahun kemudian ia mengajak Jimi untuk kembali ke London dan membentuk band mereka dengan memasukkan drummer Mitch Mitchel. Chas Candler sendiri lebih memilih menjadi manager dan posisi bassis diisi oleh Noel Redding. Band tersebut diberi nama Jimi Hendrix Experience dan mulai menjadi pembicaraan di London sepanjang tahun 1966.

Single pertamanya, Hey Joe berhasil masuk kedalam Top UK Charts selama 10 minggu. Melihat antusiasme yang bagus, Jimi cs segera merelease album Are You Experienced?. Dengan memuat nomor-nomor seperti Purple Haze, The Wind Cries Mary, Foxey Lady, Fire, dan Are You Experienced? di masa mendatang, album ini merupakan album rock terpopuler sepanjang masa. Selain itu, album tersebut menjadi sangat fenomenal dan meroketkan nama Jimi Hendrix. Setiap penampilannya selalu ditonton ratusan bahkan ribuan orang.

Sukses album pertama membuatnya segera merampungkan album berikutnya, Axis: Bold As Love pada tahun 1968. Di album ini ia berusaha keras mengeksplorasi permainan gitarnya. Ia kemudian kembali ke Amerika untuk membangun studionya yang bernama Electric Lady Studio yang berlokasi di kota New York.

Bulan Agustus 1969, Jimi Hendrix tampil dalam salah satu event musik terbesar di Amerika, Woodstock. Kali ini ia tidak membawa nama Experience, tetapi bersama Gypsy Sun & Rainbows yang juga menampilkan Mitch Mitchell, Billy Cox, Juma Sultan, dan Jerry Velez. Namanya semakin berkibar sebagai gitaris nomor satu dunia. Semua penonton yang menyaksikan permainan gitarnya begitu terpukau. Ia menampilkan aksi solo gitar yang dirangkai dengan aksi panggung yang liar seperti memetik senar gitar dengan menggunakan gigi, membakar gitar, memainkan feedback, distorsi, dan aksi merusak gitar lainnya. Setelah itu ia membentuk grup baru yang bernama Band of Gipsy dan melepas album Hendrix: Live At The Fillmore East in 1999. Setahun berikutnya ia kembali membentuk Jimi Hendrix Experience dan merampungkan album yang berjudul First Rays Of The New Rising Sun. Namun sebuah tragedi menyebabkan ia tak bisa merasakan hasil jerih payahnya dalam album tersebut. 18 September 1970 ia ditemukan tewas. Di sampingnya ditemukan sejumlah pil tidur. Polisi mengatakan ia tewas akibat overdosis. Penampilan terakhirnya sebelum tewas yaitu bersama band asal Amerika yang bernama War di Ronnie Scott's club, London.

Semua orang tidak akan menolak apabila dikatakan bahwa ia adalah pelopor dan inspirator terbesar dalam permainan gitar yang berkembang di abad ke-20. Karya-karyanya selalu menjadi referensi para gitaris-gitaris baik yang masih pemula maupun yang sudah master sekalipun. Ia yang mempopulerkan trik-trik bermain gitar elektrik seperti Feedback dan distorsi yang akhirnya dipakai oleh semua gitaris yang menggunakan gitar elektrik dimasa depan. Sudah tak terhitung banyaknya gitaris yang menjadikannya sebagai influence musik terbesar mereka. Nama-nama seperti Brian May, Yngwie Malmsteen, Ritchie Blackmore, Steve Lukather, Eric Clapton, Slash, Joe Satriani, Paul Gilbert, dan Steve Vai hanyalah sedikit dari gitaris-gitaris yang terinfluence permainannya. Bukan hanya permainan gitarnya saja yang banyak dicontek, tetapi lagu-lau karyanya seperti Little Wing, Voodo Child, dan Red House menjadi lagu-lagu yang paling sering dibawakan baik dalam bentuk penampilan Live maupun rekaman. Dalam setiap voting atau polling di majalah-majalah, ia selalu terpilih sebagai The Greatest Guitarist All Time.
Read More..

ANDY TIMMONS


Click for larger version Permainan gitaris yang satu ini benar-benar nyaris sempurna. Jika Anda menyimak permainannya, Andy benar-benar menguasai hampir semua teknik permainan gitar dengan baik di berbagai macam warna musik, dari speed, vibrato, blues, tapping, dll dimainkan dengan sempurna. Sekilas permainan Andy kedengaran seakan musik Stevie Ray Vaughn, George Lynch, Nuno Bettencount dan Reb Beach disatukan. Andy pantas disebut sebagai seorang jagoan.

Andy Timmons dikenal sejak dia bergabung dengan band terkenal "Danger Danger" (dibangun oleh bassist Michael Bolton) yang menggantikan gitaris sebelumnya (Tony Rey). Danger Danger sendiri menghasilkan album yang cukup sukses "Screw It" dengan lagu hitsnya "I Still Think About You" dan "Slipped Her The Big One". Dari rekaman ini permainan Andy mendapat banyak perhargaan sampai perusahaan electric guitar terkemuka "Ibanez" dan senar gitar "D'addrio" meng-endorse Andy dan membuatkan Andy Electric Guitar Ibanez Andy Timmons (AT 100) Signature Series. Andy Timmons sendiri sangat terkenal di negara Jepang.

Keberhasilan, kepopularan dan penghargaan yang diperoleh Anda adalah hasil dari ketekunan, bakat, pendidikan dan pengalaman dari latihan di studio dan panggungnya. Andy belajar gitar klasik di Universitas Evansville, Indiana (kampung halamannya sendiri), dan belajar gitar jazz di Universitas Miami. Selanjutnya, sebagai salah satu warga Texas, Andy memperdalam kemampuannya dalam blues.

Selanjutnya Andy bergabung dengan Danger Danger pada tahun 1989 yang menghasilkan 2 lagu yang masuk dalam Top 10 MTV dan tour ke seluruh dunia. Gaya permainan Andy ternyata mendapat pujian dari industri musik international dan fansnya.

Andy kembali ke Dallas, Texas pada akhir tahun 1993 untuk memulai solo karirnya dengan teman lamanya Mike Daane (bass) dan Mitch Marine (drums). Tidak lama kemudian album solo pertamanya "ear X-tacy" selesai. Majalah Guitar World menyebut album ini sebagai karya besar instrumental guitar. Album yang sakti dan kaya dengan segala warna musik akhirnya beredar di USA dan luar negeri dengan label Sony Records Japan dan EMI/Virgin.

Andy kemudian beristirahat sejenak dari solo karirnya dan mengeluarkan album blues bersama bandnya "the Pawn Kings". Pada project ini Andy mendapat kesempatan untuk gabung dengan bassist Mike Medina dan Hammond B-3 guru Tommy Young.

Pada tahun 1996 Andy kembali bergabung dengan Trio bandnya dan mengeluarkan album "ear X-tacy 2". Pada album ini Andy menampilkan vocal debutnya pada beberapa lagu dan menghadirkan bintang tamu (teman Andy): Reb Beach pada lagi "Down To The Wire".

Selanjutnya Andy merelease album-album berikutnya berjudul: "Another Lifetime" (dengan Simon Phillips), "Orange Swirl" (lagu Beatles), "The Spoken & the Unspoken" (album solo ketiga), dan yang terbaru "And-thology 1&2" (2 CD).




Read More..
 

All About Music. © 2011